News
Viral! Kronologi Perempuan Diseret Buaya di Ketapang Kalbar, Detik-detik Mencekam Terekam Kamera
VIRAL! Kronologi Lengkap Perempuan Diseret Buaya di Ketapang Kalimantan Barat, Detik-detik Mencekam Terekam Kamera
Ketapang, Kalimantan Barat – Media sosial dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan seorang perempuan diseret buaya di area perkebunan sawit. Peristiwa tragis ini terjadi di Desa Air Hitam Besar, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dan menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Video yang beredar luas di TikTok, Facebook, hingga YouTube memperlihatkan detik-detik korban diterkam buaya besar di tengah genangan air banjir. Banyak warganet merasa ngeri sekaligus prihatin atas kejadian tersebut.
Kronologi Lengkap Perempuan Diseret Buaya di Ketapang
Peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi, 5 Desember 2024, sekitar pukul 08.15 WITA. Korban diketahui berinisial A (44), seorang buruh harian lepas di perkebunan kelapa sawit milik PT Berkat Nabati Sejahtera (BNS).
Saat itu, korban bersama seorang rekannya sedang bekerja di area perkebunan yang terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Ketapang dan sekitarnya.
Tiba-tiba, korban melihat seekor buaya besar sepanjang sekitar 3 meter muncul tidak jauh dari lokasi mereka bekerja. Menyadari bahaya, korban sempat mengajak rekannya untuk segera menjauh dan berlari menyelamatkan diri.
Namun naas, ketika berusaha menghindar, korban terpeleset di genangan air, sehingga kehilangan keseimbangan. Dalam hitungan detik, buaya langsung menyerang, menggigit tubuh korban, lalu menyeretnya ke dalam parit perkebunan yang dipenuhi air banjir.
Upaya Penyelamatan yang Gagal
Rekan korban dan para pekerja lain yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Mereka berusaha melakukan penyelamatan, namun buaya dengan sangat cepat membawa korban menjauh ke dalam air.
Tim gabungan yang terdiri dari karyawan perusahaan, warga sekitar, aparat kepolisian, dan tim SAR segera melakukan pencarian intensif.
Sekitar 1,5 jam kemudian, korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tubuh korban mengalami luka parah di bagian tangan dan tubuh akibat gigitan buaya.
Keterangan Resmi Kepolisian
Kapolsek Kendawangan, IPTU Bagus Tri Baskoro, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia menjelaskan bahwa banjir besar menyebabkan buaya keluar dari habitat aslinya, sehingga meningkatkan potensi konflik antara manusia dan satwa liar.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di wilayah rawa, sungai, dan perkebunan yang tergenang air, terutama di musim hujan.
Penyebab Maraknya Serangan Buaya di Ketapang
Beberapa faktor yang diduga memicu meningkatnya serangan buaya di wilayah Ketapang antara lain:
Banjir besar dan luapan sungai
Kerusakan habitat alami buaya
Alih fungsi lahan rawa menjadi perkebunan
Aktivitas manusia yang semakin dekat dengan habitat buaya
Kondisi ini membuat konflik manusia dan satwa liar semakin sering terjadi.
Video Viral Perempuan Diseret Buaya
Rekaman video saat kejadian berlangsung menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan nasional. Banyak netizen menyampaikan rasa duka, simpati, dan keprihatinan terhadap korban dan keluarganya.
Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di wilayah rawan serangan buaya.
Penutup
Tragedi perempuan diseret buaya di Ketapang ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di alam terbuka. Edukasi keselamatan, pengawasan lingkungan, dan penataan ekosistem sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Via
News
Posting Komentar