BI Umumkan Empat Langkah Penguatan Stabilisasi Rupiah, Investor Asing Dibidik Masuk Lebih Besar
![]() |
| Sumber : Doc.misteralhamdulillahnews |
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kepercayaan investor, menjaga kecukupan likuiditas, serta memperkuat daya tahan ekonomi Indonesia menghadapi gejolak ekonomi global.
SRBI Ditingkatkan untuk Menarik Investor
Langkah pertama yang dilakukan Bank Indonesia adalah menaikkan struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk tenor 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik instrumen investasi domestik bagi investor asing.
Dengan peningkatan imbal hasil tersebut, aliran modal asing diharapkan kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia sehingga dapat memperkuat posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
"Kenaikan struktur suku bunga SRBI dilakukan sesuai mekanisme pasar agar investasi portofolio Indonesia tetap kompetitif dibanding negara lain."
Insentif Hedging untuk Investor Asing
Langkah kedua adalah pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai atau hedging swap sebesar 10 persen bagi investor asing. Kebijakan ini memberikan biaya lindung nilai yang lebih murah sehingga meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.
Penurunan biaya hedging diharapkan mampu meningkatkan minat investor asing untuk menempatkan dananya di pasar keuangan Indonesia dalam jangka panjang.
Bank Indonesia Buka Kembali Fasilitas Repo
Langkah ketiga dilakukan melalui pembukaan kembali window lelang instrumen repurchase agreement (repo) untuk tenor 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan bagi sektor perbankan.
- Menjaga likuiditas perbankan nasional.
- Mendukung stabilitas pasar uang.
- Mendorong pertumbuhan kredit.
- Mempertahankan pertumbuhan uang primer di atas 10 persen.
Bank Indonesia menegaskan bahwa fasilitas repo akan menjadi instrumen utama pengelolaan likuiditas dibandingkan mekanisme lainnya.
Intervensi Pasar Diperkuat
Langkah keempat adalah meningkatkan intensitas operasi moneter baik dalam rupiah maupun valuta asing. Bank Indonesia akan membuka lelang SRBI dua kali setiap minggu guna menjaga kestabilan pasar.
Selain itu, intervensi pasar dilakukan melalui transaksi spot, Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), dan Non Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional.
Sinergi Fiskal dan Moneter
Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan juga memperkuat koordinasi fiskal-moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Pemerintah dan bank sentral berkomitmen menjaga kepercayaan investor, meningkatkan aliran modal asing, serta memastikan kecukupan likuiditas di pasar keuangan Indonesia.
Empat kebijakan yang diumumkan Bank Indonesia menunjukkan langkah serius dalam menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global. Dengan kombinasi kenaikan BI Rate, peningkatan daya tarik investasi, penguatan likuiditas, dan koordinasi fiskal-moneter, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan berdaya tahan.

Posting Komentar